All Content From : KBS2
Sinopsis Lengkap : Run Into You
Sebelumnya : Run Into You Eps 1 Part 3
Selanjutnya : Run Into You Eps 2 Part 2
Hae Joon tercebur ke dalam laut. Begitu dia sadar, dia berenang ke atas, namun, permukaan tertutupi es. Hae Joon berusaha keluar dari sana tapi tidak bisa. Lalu dia melihat bayangan dua orang di atas. Salah satunya, terbunuh dan jatuh ke es dengan luka di kepala. Hae Joon terkejut melihat wajah korban pembunuhan. Itu dia!
Es tadi tiba2 berubah menjadi salju. Hae Joon yang tercebur ke dalam laut, menghilang.
Media heboh melaporkan tentang pembunuhan Hae Joon.
Media
: Pewarta KSBC Yoon Hae Joon yang menghilan diduga telah dibunuh di
tepi sungai di Provinsi Gangwon. Temuan di TKP mengejutkan banyak orang.
Genangan darah yang ditemukan di TKP diuji DNA. Itu menunjukkan itu
milik Pewarta Yoon. Keberadaan pewarta tersebut masih belum diketahui.
Orang-orang bertanya-tanya apa ini kasus pembunuhan tanpa jasad.
Narasi Hae Joon terdengar.
Hae Joon : Pada pukul 22.40 tanggal 9 Mei 1987, aku baru tiba di sini, dan satu-satunya jalan keluarku dari sini telah benar-benar hancur.
Hae Joon : Astaga, aku tidak percaya ini.
Hae Joon pun turun dari dalam mobilnya yang sudah rusak, dan berjalan masuk ke terowongan.
Hee Seob : Berapa dahi yang akan kulukai hari ini? Aku harus mengawasi bahuku dengan lebih baik sekarang.
Hae Joon : Maafkan aku. Akan kujelaskan semuanya.
Yoon Young : Apa?
Hae Joon : Kau pasti terkejut. Namun, situasinya lebih buruk daripada dugaanmu. Kita baru saja tiba pada tahun 1987. Tidak ada cara untuk kembali. Kita terjebak di sini.
Yoon Young kaget, kau serius?
Hae Joon : Ya. Jangan terlalu takut. Aku akan melakukan apa pun...
Yoon Young : Lantas... Ini sungguhan. Astaga.
Yoon Young tertawa.
Hae Joon heran, kau tertawa?
Yoon Young terus tertawa, tapi kemudian dia meringis kesakitan sambil memegangi dahinya yang terluka. Hae Joon menatap cemas Yoon Young.
Hae Joon : Apa kepalamu terluka parah?
Yoon Young : Tidak.
Hae Joon : Tunggu. Kau baik-baik saja?
Yoon Young : Maaf.
Yoon Young mendorong Hae Joon ke dinding dan beranjak pergi.
Hae Joon pingsan lagi karena kepalanya membentur dinding.
Dia pun bergegas mengikuti Soon Ae.
Soon Ae : Yu Ri-ya.
Namun, karena kelab berisik, Yu Ri tak mendengar panggilan Soon Ae.
Soon Ae memanggil Yu Ri lebih keras.
Soon Ae : Yu Ri-ya! Park Yu Ri!
Yu Ri menoleh.
Soon Ae : Dimana toiletnya?
Yu Ri : Cari saja sendiri.
Eun Ha, Hae Kyung dan Yu Ri lari ke lantai dansa.
Soon Ae nampak tak nyaman dengan pakaiannya. Seorang pria mendekati Soon Ae. Dia mencoba menggoda Soon Ae. Soon Ae yang takut, mendorong pria itu dan lari.
Pria yang menggoda Soon Ae tadi, kini menggoda Yoon Young.
Yoon Young mendorong pria itu, sampai pria itu jatuh ke kursi pengunjung lain.
Yoon Young mendekati Soon Ae, seraya bertanya, dia tidak bermimpi, kan?
Yoon Young mencubit pipi Soon Ae untuk memastikan itu mimpi atau bukan.
Soon Ae takut dan memegangi pipinya.
Yoon Young takjub, ini sungguhan. Ini benar-benar terjadi. Dia nyata.
Yoon Young lalu mengenalkan dirinya.
Yoon Young : Eomma, ini aku, Yoon Young. Kau tidak takut?
Soon Ae kebingungan.
Yoon Young : Kupikir akan ada banyak waktu tersisa untuk kita. Kupikir ibu akan menungguku.
Yoon Young : Ibu terlihat sama.
Soon Ae pun berpikir keras alasan gadis asing di depannya bersikap aneh kepadanya. Tak lama kemudian, dia menyadari sesuatu.
Soon Ae : Apa kau....
Yoon Young : Ibu mengenaliku? Kau mengenaliku?
Mereka mencoba membangunkan Hae Joon. Pak Lee menepuk2 pipi Hae Joon.
Hae Joon pun sadar.
Pak Lee : Astaga, kau harta karun kota kita, dan kau bisa saja mati sebelum waktumu.
Pak Lee menepuk2 pipi Hae Joon lagi agar Hae Joon beneran sadar.
Hae Joon memegangi pipinya, berhenti! Berhenti memukuliku!
Pak Yoon : Aku tidak memukulmu. Melihat pendarahannya, kurasa kita harus membawanya ke rumah sakit.
Pak Lee : Benar.
Hae Joon : Tidak apa-apa. Aku harus mencari seseorang.
Hae Joon mau berdiri tapi dia jatuh lagi.
Pak Yoon : Astaga, kamu belum boleh mati, Pak Yoon!
Pak Lee : Astaga, ini tidak mungkin terjadi. Bagaimana kau bisa mati padahal menyelamatkan anak-anak kami?
Pak Yoon : Ingat insiden lem super bulan lalu? Kau ingat, bukan, Pak Yoon?
Pak Yoon lalu menyuruh Pak Lee menggendong Hae Joon.
Pak Lee : Benar juga. Naiklah ke punggungku.
Hae Joon menolak, tidak apa-apa. Aku masih hidup!
Tapi Pak Lee dan Pak Yoon memaksa.
Soon Ae : Apa kau.... Apa kau mabuk lem super?
Yoon Young protes, apa maksud Ibu?
Soon Ae takut lagi pada Yoon Young.
Soon Ae : Kau mau memukulku? Aku hanya ingin pulang.
Yoon Young semakin mendekati Soon Ae. Dia memegangi pipi dan bahu Soon Ae.
Soon Ae takut dan menangis.
Yoon Young : Ibu, ada apa dengan ibu! Untuk apa aku memukul ibu! Ibu, ini aku, Yoon Young. Ibu, jangan menangis. Maafkan aku!
Yoon Young kesakitan dan memegangi kepalanya.
Yoon Young : Astaga, itu sakit...
Detektif bilang, mereka akan mulai menindak anak dibawah umur dan meminta pengunjung mengeluarkan KTP dan meminta pengunjung yang tidak membawa KTP untuk menyerahkan diri.
Hae Kyung, Eun Ha dan Yu Ri langsung panic. Mereka gak tahu harus gimana.
Detektif pun melihat Soon Ae.
Mereka lewat di kelab dan Hae Joon tak sengaja mendengar obrolan dua pegawai kelab yang bertugas menarik pelanggan.
"Ada noda darah di dahinya juga. Dia punya syal dengan bintik merah di lehernya. Dia seperti..."
Hae Joon langsung tanya kemana perginya gadis dengan syal bintik merah.
Young Nok memberitahu bahwa gadis itu masuk ke kelab.
Hae Joon pun langsung masuk ke dalam.
Dia bilang, Hae Joon gak boleh masuk. Ada Dong Sik di sana. Tapi Hae Joon udah keburu masuk.
Pak Yoon : Dong Sik di sini?
Dia juga melihat Eun Ha, Hae Kyung, Yu Ri dan Soon Ae tengah berdiri dengan dua tangan diangkat ke atas.
"Kau tidak lihat? Mereka memeriksa KTP kita. Keluarkan KTP-mu. Kecuali kau ingin berakhir di kantor polisi bersama mereka."
Yoon Young melihat KTP pria itu.
Yoon Young : Jadi, begitulah KTP di sini.
Pria itu tanya, ada KTP yang terlihat berbeda dari ini?
Lalu dia bilang, itu artinya Yoon Young mata2.
Yoon Young tegang ditatap Dong Sik.
Yoon Young : Kurasa pilihan kata-katamu salah.
Pria itu menoleh, dan melihat Dong Sik lagi berjalan ke arah mereka.
Pria itu minta maaf ke Yoon Young dan pergi.
Dia juga melihat Hae Kyung, Eun Ha, Yu Ri dan Soon Ae.
Dia marah, dasar berandal. Sedang apa kalian di sini?
Keempat gadis itu langsung berlari ke belakang Hae Joon.
Soon Ae bilang, Yoon Young bukan dari sekolah mereka.
Namun Hae Joon tetap bersikap seolah2 Yoon Young adalah muridnya.
Hae Joon : Kenapa kau berpura-pura bodoh di sana?
Semula Yoon Young gak ngeh. Tapi pas ngeh, dia langsung memanggil Hae Joon dengan sebutan 'sonsaengnim' dengan nada suara takut. Yoon Young mau lari tapi ditahan Dong Sik.
Dong Sik : Apa yang kau lakukan!
Hae Joon teringat masa depan, ketika dia menyambangi kediaman Dong Sik.
Narasi Hae Joon terdengar.
Dong Sik : Kenapa kau mengatakannya seperti itu? Polisi menangkap penjahat, dan kau tidak boleh menghalangi seperti itu.
Hae Joon lantas mendekati Dong Sik.
Hae Joon : Jangan coba mengancam anak muda dengan menyebut mereka "penjahat". Kenapa kau tidak melakukan tugasmu dan menangkap penjahat sebenarnya?
Dong Sik : Apa katamu?
Hae Joon : Karena kau tidak melakukan tugasmu dengan benar, keadaan menjadi kacau.
Dong Sik marah, apa yang baru saja kau katakan... Apa maksudmu?
Pak Yoon : Astaga, aku menghargai pekerjaanmu, Dong Sik-ah.
Melihat Pak Yoon, Dong Sik pun langsung memberi hormat pada Pak Yoon.
Pak Yoon : Astaga, kau seorang ayah, tapi kau tidak bisa pulang saat sudah larut. Tidak bisa begini. Aku akan memarahi Kepala Kim.
Pak Lee : Lihat pakaianmu. Dasar berandal. Kau sudah gila.
Soon Ae : Appa, bukan seperti itu.
Pak Lee menjewer kuping Soon Ae dan menariknya pergi dari sana.
Kyung Ae ngumpet dibalik punggung dua pemuda melihat Pak Lee.
Pak Yoon setuju, tapi sebelum pergi, dia menyuruh anak-anak bandel itu untuk datang ke kantornya sampai pukul delapan pada hari Senin.
Dong Sik menatap kesal Hae Joon.
Pak Yoon memanggil Dong Sik.
Hae Joon diam memandangi kepergian Dong Sik.
Yoon Young menatap Hae Joon dengan tatapan penasaran.
Karena tak tahu harus kemana, Yoon Young pun mengikuti Hae Joon.
Yoon Young : Kau mau ke mana?
Hae Joon : Aku akan mengurus hal-hal yang tidak bisa kuurus karena seseorang yang tidak seharusnya kuselamatkan.
Yoon Young : Omong-omong, siapa kau?
Hae Joon pun menatap Yoon Young dengan rasa kesal.
Hae Joon : Kau akhirnya penasaran dengan identitasku?
Yoon Young : Di sana terlalu sibuk, jadi...
Yoon Young lalu merubah kalimatnya.
Yoon Young : Lagi pula, keadaan cukup luar biasa sekarang.
Hae Joon makin ngomel, kau tahu ini luar biasa, tapi kau berkeliaran ke sana kemari. Kau datang untuk tur? Kenapa kau pergi ke kelab malam?
Yoon Young bingung menjawab, itu...
Tapi kemudian, Yoon Young balik nanya siapa Hae Joon. Dan kenapa Hae Joon terlihat biasa saja dengan kejadian mereka.
Yoon Young lalu melihat darah di dahi Hae Joon.
Dia menyentuh darah itu.
Yoon Young : Kau orang itu, bukan? Orang yang menabrakku dengan mobil.
Hae Joon : Aku tidak mengerti kenapa orang waras butuh waktu selama itu untuk memikirkan itu. Ya, aku orangnya. Ikuti aku. Kau akan lebih cepat mengerti jika kutunjukkan.
Yoon Young : Jadi, ini bukan mobil biasa. Ini mesin waktu. Serta kau penjelajah waktu. Aku tertabrak mobil ini dan kembali ke tahun 1987. Begitukah ceritanya? Luar biasa.
Hae Joon : "Luar biasa?" Itu yang kau pikirkan, melihat mobilku seperti ini?
Yoon Young : Bukan aku yang menyebabkan ini, bukan?
Hae Joon : Kenapa aku tidak memikirkan itu? Kenapa aku berpikir itu hanya masalahku? Kenapa kau tertabrak?
Yoon Young : Apa?
Hae Joon : Bagaimana dan kenapa kau bisa tertabrak mobilku?
Yoon Young : Apa ada cara untuk tertabrak? Aku tertabrak karena kau menabrakku sebagai pengemudi.
Hae Joon : Tidak, kau tidak tahu cara kerjanya. Mobil ini tidak bisa menabrak apa pun. Ini menjadi transparan. Aku sudah bepergian ke berbagai titik waktu setidaknya dua kali sehari selama dua bulan terakhir, tapi ini tidak pernah terjadi. Kau bukan hanya tertabrak, tapi juga mengikutiku ke sini. Siapa di antara kita yang mungkin menjadi variabel di sini?
Yoon Young : Variabel?
Yoon Young berpikir sejenak, lalu dia menatap sepatu barunya.
Hae Joon : Apa ada yang terlintas di benakmu?
Yoon Young : Musiknya. Bukankah itu musiknya?
Hae Joon : Apa?
Yoon Young : Benar. Itu lagu sanulrim. Itu berisik sekali sampai telingaku sakit di luar.
Hae Joon lalu tanya, apa hubungannya sanulrim dengan terikutnya Yoon Young menjelajahi waktu.
Yoon Young : Apa kau menelepon?
Hae Joon : Dengar. Ini dirancang agar tidak menabrak.
Yoon Young : Lagi pula, itu tidak bisa ditanggung asuransi di sini. Apa yang kita perdebatkan?
Hae Joon : Astaga. Aku hanya bertanya apakah itu bisa membantuku memperbaikinya.
Yoon Young : Kau punya tempat untuk kembali? Kau bilang kau guru di sini.
Hae Joon : Sepertinya dia tidak menonton berita.
Hae Joon lalu mengaku kalau dia hanya berwisata.
Hae Joon : Lini masa tempatmu tinggal juga rumahku. Aku hanya mendapat pekerjaan untuk memiliki identitas demi keselamatan. Posisi kita sama karena kita tidak cocok di sini. Artinya kita bisa berada dalam situasi berbahaya. Terutama untukmu.
Pak Kim : Kau baik-baik saja?
Hae Joon : Pak, maaf sudah merepotkan selarut ini.
Yoon Young yang menyadari itu, langsung memberikan syalnya kepada Hae Joon.
Hae Joon pun memakai syal Yoon Young untuk menutupi laptop dan ponselnya.
Pak Kim : Apa terjadi sesuatu pada mobilmu?
Yoon Young : Dia tampaknya kenal banyak orang untuk orang yang tidak seharusnya berada di sini.
Dia larut dalam suasana, sampai tak sengaja menabrak seorang gadis dengan bahunya.
Gadis yang ditabrak, memegangi dahinya yang sakit tertabrak bahu Hee Seob.
Hee Seob kaget, apa aku memecahkan kepalamu?
Gadis itu semula mau marah tapi melihat wajah ganteng Hee Seob, dia melunak.
"Aku baik-baik saja."
Hee Seob memegangi kedua bahunya, tidak. Aku tidak bisa memecahkan tiga kepala dalam semalam, jadi, aku harus selalu berhati-hati.
Gadis itu mau mendekati Hee Seob, tapi Hee Seob menyuruhnya menjauh.
Hee Seob : Mari kita jaga jarak.
Gadis itu merasa Hee Seob aneh.
Hae Joon dan Yoon Youg berjalan di belakang mobil.
Hae Joon : Kau baik-baik saja? Kau berjalan dengan cara yang aneh.
Yoon Young : Aku baik-baik saja. Lagi pula, aku tidak bisa ditanggung asuransi di sini. Bagaimana denganmu?
Hae Joon : Aku akan baik-baik saja. Akan sedikit rumit jika aku mati di sini. Itu akan menjadi kematian orang yang tidak pernah lahir. Tidak mungkin aku bisa bertanggung jawab untuk ini.
Yoon Young lalu memberikan Hae Joon camilannya.
Yoon Young : Camilan manis dan asin ini adalah solusi untuk semuanya.
Hae Joon mencicipinya, tapi merasa asin.
Hae Joon : Astaga. Ini yang terburuk.
Yoon Young : Kau bisa terus tinggal di sini.
Hae Joon : Kau mengutukku?
Yoon Young : Aku harus menginap di sini karena tidak punya rumah.
Hae Joon : Aku akan memperbaiki mobilnya dengan cara apa pun. Tetaplah di sini sampai itu diperbaiki. Cobalah untuk tidak keluar karena itu bisa berbahaya.
Yoon Young : Kenapa? Apa yang berbahaya?
Hae Joon : Bukankah kau merasa seperti itu di kelab tadi? Kau punya KTP? Bagaimana dengan pekerjaan? Kau punya?
Yoon Young : Aku bisa menjadi mata-mata. Aku akan berhati-hati.
Hae Joon : Yang terpenting, kau bisa menjadi bahaya. Jika kau tidak sengaja
menjatuhkan benih di sini, itu akan menjadi pohon dalam 30 tahun. Satu tindakanmu bisa mengubah masa depan seseorang.
Yoon Young : Aku akan mengingatnya.
Soon Ae heran sendiri ibunya begitu kuat.
Ok Ja kesal, dasar anak nakal! Kau pergi ke kelab malam? Kau ingin membuat ibu kesal seperti kakakmu.
Soon Ae : Tidak, Ibu.
Ok Ja : Benar, bukan? Diam! Ibu tidak butuh kalian. Pindah saja.
Pak Lee : Sayang, kau sudah cukup memarahinya. Kau tidak bisa mengusirnya di tengah malam.
Ok Ja : Apa? Jika kau punya keluhan, keluarlah dari rumah bersamanya.
Ok Ja pun masuk ke dalam.
Soon Ae duduk di depan rumahnya dan senyum2 menatap kediaman Hae Joon di depannya. Karena lampu Hae Joon sudah menyala, dia yakin Hae Joon sudah pulang.
Yoon Young : Mengingat dia memanggilnya guru, dia pasti bersekolah di dekat sini. Rumahnya pasti di lingkungan ini. Apa karena itu aku berakhir di Woojung-ri? Karena ini kampung halaman ibu? Itukah alasanku dikirim ke sini, Bu?
Hae Joon keluar membawa seperangkat alat tidur.
Dia terdiam sejenak melihat Yoon Young.
Hae Joon : Kau sungguh tidak keberatan tidur di sini?
Yoon Young : Aku merasa nyaman di sini.
Hae Joon : Jika butuh sesuatu saat tinggal di sini, beri tahu aku. Pakaian, makanan, atau minuman.
Yoon Young : Menjadi orang kaya dan pengangguran adalah impianku sejak lama.
Hae Joon : Nikmatilah selagi bisa karena itu tidak akan lama. Aku teknisi yang lebih baik daripada dugaanmu.
Yoon Young : Itu bagus. Terima kasih untuk semuanya hari ini.
Hae Joon : Kau pasti cukup ketakutan hari ini. Jangan terlalu khawatir dan beristirahatlah. Aku akan segera membawamu pulang.
Hae Joon : Ini menyiksaku. Aku benar-benar tidak tahu.
Hae Joon memukul2 mesin mobilnya tapi malah kesetrum.
Bersambung ke part 2.....








































































0 komentar:
Posting Komentar