All Content From : KBS2
Sinopsis Lengkap : Run Into You
Sebelumnya : Run Into You Eps 2 Part 3
Selanjutnya : Run Into You Eps 3 Part 2
Di episode sebelumnya, Hae Joon menjelaskan dan menunjukkan mobil merahnya pada Yoon Young.
Yoon Young : Jadi, ini bukan mobil biasa. Ini mesin waktu. Serta kau penjelajah waktu. Aku tertabrak mobil ini dan kembali ke tahun 1987. Begitukah ceritanya? Luar biasa.
Hae Joon sewot mendengar kata 'Luar Biasa' itu.
Hae Joon : Luar biasa? Itu yang kau pikirkan melihat mobilku seperti ini?
Kita mendengar suara Hae Joon yang menyuruh Yoon Young tetap bersamanya.
Hae Joon : Aku akan memperbaiki mobilnya dengan cara apa pun.
Soon Ae memberitahu namanya pada Yoon Young. Dia juga melarang Yoon Young memanggilnya 'ibu'.
Dia bilang dia takut mendengar Yoon Young memanggilnya begitu.
Yoon Young akhirnya bertemu ayahnya. Dia yang curiga sama pria yang bersama Soon Ae, menanyakan nama pria itu. Pria itu mengaku namanya adalah Baek Hee Seob.
Yoon Young mengantarkan Soon Ae pulang setelah menyelamatkan Soon Ae yang tenggelam di sungai gara2 Hae Kyung cs. Dia pun marah.
Yoon Young : Apa semua gadis itu satu sekolah denganmu? Mereka hanya berdiri dan melihatmu tenggelam. Bagaimana bisa mereka teman-temanmu?
Soon Ae : Bisakah kau berpura-pura itu tidak pernah terjadi?
Hae Joon memberitahu Min Soo kalau tepat setahun dari sekarang, dia akan mati di tahun saat usianya 35 tahun.
Hae Joon : Itu karena pelaku yang membunuhku adalah pelaku sebenarnya kasus pembunuhan berantai di Woojung-ri pada tahun 1987. Ini juga ditemukan di TKP pembunuhanku. Itu ciri khas pelaku pada tahun 1987.
Hae Joon menunjukkan kotak korek api Kedai Teh Bong Bong ke Min Soo.
Hae Joon menatap tanggal di kalender. Dia bilang dia harus mengirim Yoon Young kembali sebelum tanggal itu, apapun yang terjadi.
Hae Joon memungut kotak korek api Kedai Teh Bong Bong yang jatuh di dekat kaki mejanya. Dia bertanya-tanya, kenapa itu ada di sana.
-Episode 3, Rahasia yang Kau Punya-
Usai mengantar Soon Ae, Yoon Young menemui Hae Joon yang tengah berusaha memperbaiki mobil di garasi. Yoon Young bilang dia tahu kalau Hae Joon bakal mengira itu tidak masuk akal dan dia aneh karena dia harus berbuat sesuatu padahal dia kebetulan kembali ke masa lalu.
Yoon Young : Namun...
Hae Joon terdiam, sambil menatap Yoon Young dan menggenggam kotak korek api Kedai Teh Bong Bong yang dia temukan di dekat kaki meja tadi. Beberapa saat kemudian, dia menyimpan kotak korek api itu ke saku celananya dan menyuruh Yoon Young keluar.
Hae Joon lalu mengambil kemejanya yang dia taruh di atas bangku semen. Setelah itu, dia menutup pintu mobil yang menghalangi jalannya dan mendekati Yoon Young. Sambil berkata, kalau di garasi lebih dingin daripada diluar, dia menyampirkan kemejanya ke tubuh Yoon Young.
Hae Joon : Jadi, ayo pergi dari sini dahulu.
Tiba-tiba, keluar percikan api dari mesin mobil.
Hae Joon pun langsung melindungi Yoon Young dengan memeluk Yoon Young. Tak lama kemudian, dia melepas pelukannya dan menatap ke arah mesin mobil.
Hae Joon : Lagi pula aku ragu kita bisa kembali malam ini.
Sekarang, Hae Joon memberikan Yoon Young pakaian ganti dan juga handuk. Dia lantas menyuruh Yoon Young berganti pakaian. Setelah menyuruh Yoon Young ganti pakaian, Hae Joon beranjak ke dapur. Yoon Young terdiam sejenak memandangi Hae Joon sebelum akhirnya masuk ke kamar mandi.
Di kamar mandi, Yoon Young memikirkan ibunya yang ternyata saling kenal dengan Mi Sook, dan bahkan sekelas. Yoon Young lalu bertanya-tanya, apa yang terjadi dengan novel ibunya. Yoon Young lalu ingat kata-kata Soon Ae tadi.
Soon Ae : Orang-orang sepertinya tidak menyukaiku. Jadi... Jadi, maksudku, aku ingin mati.
Kita mendengar narasi Yoon Young.
Yoon Young : Tidak pernah terlintas di benakku bahwa ibuku mengalami masa-masa kelam seperti ini. Namun, apa hanya ini? Semua momen yang tidak kuketahui dimiliki ibuku. Ada masa saat ibu bermimpi menjadi novelis.
Yoon Young kemudian ingat saat dia tak sengaja bertemu dengan ibu dan ayahnya di toko buku. Saat itu, Soon Ae mengambil satu novel baru milik Mi Sook dan bertanya bagaimana alur cerita novel itu. Dia juga meminta Yoon Young memberinya buku bertanda tangan juga.
Yoon Young : Ibu akan membacanya?
Mendengar itu, Soon Ae jadi minder dan tak jadi membeli novel.
Soon Ae : Kenapa ibu harus membaca buku?
Narasi Yoon Young terdengar lagi.
Yoon Young : Berapa banyak waktu ibu yang kulewatkan selama ini?
Yoon Young lantas berusaha menahan tangisnya.
Setelah itu, dia berkata kalau dia bisa mengubah semuanya di sana.
Hae Joon di dapur, bertanya-tanya bagaimana Yoon Young bisa memiliki kotak korek api Kedai Teh Bong Bong.Lalu dia ingat kata-kata Yoon Young di garasi tadi. Yoon Young bilang dia belum bisa kembali. Hae Joon pun makin pusing saat memikirkan percakapannya dengam Min Soo.
Min Soo tanya, apa yang akan Hae Joon lakukan di masa lalu.
Hae Joon pun menunjukkan data-data korban pembunuhan berantai.
Hae Joon : Kedua korban wanita ini meninggal pada tanggal 14 Mei dan 16 Mei 1987. Seorang wanita menghilang 20 Mei dan masih belum ditemukan sampai hari ini.
Min Soo : Ya. Aku melihat mereka di lingkunganku atau mengenal mereka dari area itu.
Hae Joon : Namun, kau tidak membunuh para wanita ini.
Min Soo : Sungguh bukan aku. Andai saja para detektif itu tidak menyalahkanku. Aku difitnah. Kau harus percaya kepadaku.
Hae Joon : Baiklah. Serta di sini. Ini daftar tersangka utama yang dimiliki polisi saat itu.
Hae Joon menunjukkan daftar ketiga tersangka.
Hae Joon : Ada tiga orang termasuk dirimu. Kau juga mengenali dua pria lain di daftar itu?
Min Soo : Ya. Itu lingkungan kecil.
Hae Joon : Kalau begitu, ceritakan semua yang kau ingat tentang keenam orang ini termasuk dirimu. Ceritakan semuanya meski menurutmu itu tidak penting.
Min Soo : Itu sudah lama sekali. Entah apa ingatanku akurat.
Hae Joon : Aku hanya akan menggunakannya sebagai referensi. Jangan khawatir. Aku akan memastikan detailnya begitu tiba di sana. Tidak banyak informasi atau bukti yang tersisa untuk kasus ini. Jadi, aku akan mendekat sebisa mungkin, berbaur sebagai salah satu dari mereka, dan mengamati. Aku akan mengawasi setiap gerakan. Serta aku harus menunggu tepat sebelum insiden itu terjadi. Bisakah kau memikirkan tempat setidaknya setengah orang-orang ini berkumpul di tahun 1987?
Min Soo pun berpikir, tempat mereka menjadi bagian...
Tak lama, dia kepikian sebuah tempat. SEKOLAH!
Hae Joon : Sekolah. Itu akan menjadi titik awalku. Aku harus pergi ke sekolah.
Flashback end...
Hae Joon yang lagi menyeduh teh, terkejut saat Yoon Young bilang mau sekolah. Saking kagetnya, dia gak sadar kalau air panasnya malah melenceng ke tangannya. Sontak lah, Hae Joon meringis kesakitan dan reflek membuang ceretnya. Yoon Young pun bergegas mendekati Hae Joon. Dia meraih tangan Hae Joon yang kena air panas dan menaruhnya dibawah air keran yang mengalir.
Seorang polisi berseragam memasang poster tentang mata-mata dan penjahat komunis di dinding kelab Moon Night. Young Nok yang melihat itu, bertanya, apa polisi sungguh akan memberikan hadiah uang jika membawa mata-mata.
"Kenapa kau bertanya? Kau melihat individu mencurigakan?"
"Semua orang tampak mencurigakan."
Bersamaan dengan itu, Lee Kyung Ae lewat bersama teman-temannya.
Young Nok menunjuk ke arah Kyung Ae.
"Lihat gadis itu. Aku bahkan tahu berapa banyak sendok dan sumpit yang dipunya keluarganya. Dia tidak ada harapan."
"Aku membicarakan orang asing yang bicara lucu. Orang yang sepertinya datang dari dunia yang berbeda." ucap si polisi.
"Begitu rupanya. Orang asing dari dunia yang berbeda." jawab Young Nok.
"Benar. Orang-orang itu mungkin tidak tahu di mana mereka berada atau tahun berapa atau tanggal berapa ini. Selain itu, mereka mungkin membawa mesin aneh dan mengatakan hal-hal aneh."
"Mesin aneh. Tunggu. Aku lihat seseorang kemarin yang cocok dengan deskripsimu." ucap Young Nok.
Tapi si polisi gak percaya.
"Ya. Benar. Aku yakin. Aku yakin kau lihat orang begitu tiap hari. Aku juga melihat mereka dengan jelas karena mataku bagus."
Tiba-tiba, Dong Sik muncul dari dalam mobil disamping mereka.
Dong Sik : Siapa itu? Siapa yang kau bicarakan?
Hae Joon gak setuju Yoon Young sekolah. Dia bilang, apa itu masuk akal. Kau ingin ke sana sebagai murid, bukan guru? Apa itu mengejutkan bagimu?
Yoon Young : Sangat mengejutkan sampai kau tidak bisa merasakan air panas? Seperti yang kau lihat, setelah aku menghapus riasanku, sulit mengetahui usiaku. Jika aku memberi tahu mereka aku tidak naik kelas tiga kali, aku yakin orang-orang akan...
Hae Joon : Bukan itu yang harus kau cemaskan. Kau lupa di mana kita?
Hae Joon kemudian meringis lagi saat Yoon Young memakaikannya obat.
Yoon Young : Aku belum lupa. Kita di tahun 1987. Kita tidak akan bisa kembali untuk sementara waktu. Kau bilang memiliki identitas akan aman. Kau memberi dirimu identitas. Tidak bisakah aku berbuat sama. Ulurkan tangan satunya.
Hae Joon : Apa tidak terlintas di benakmu bahwa urutannya mungkin salah?
Yoon Young : Tidak ada urutan yang tepat. Selama kuoleskan ke kedua tangan, aman.
Hae Joon menatap tajam Yoon Young.
Yoon Young mengerti : Kau tidak membicarakan itu.
Hae Joon : Itu karena yang harus kau lakukan di sini, bukan? Kurasa sudah sepantasnya kau memberitahuku dahulu soal apa itu.
Yoon Young terdiam sejenak. Dia bingung harus jujur atau tidak. Tiba-tiba, bel berbunyi.
Yoon Young : Kau menunggu seseorang selarut ini?
Di depan pagar, Dong Sik bersama rekannya yang tadi memasang poster mata-mata.
Rekannya tanya, apa Dong Sik yakin mereka bisa melakukan itu sebab Hae Joon adalah guru di SMA Woojung dan dekat dengan Kepala Sekolah Yoon.
Dong Sik tak menjawab.
Hae Joon mengintip dari jendela. Dia pun bertanya-tanya, sedang apa Dong Sik di rumahnya.
Hae Joon lalu menyuruh Yoon Young menunggu sebentar. Dia juga bilang dia akan segera kembali.
Hae Joon lantas membukakan gerbangnya untuk Dong Sik.
Hae Joon : Ada apa selarut ini?
Dong Sik : Aku Detektif Baek Dong Sik dari Unit Kejahatan Berat di Kantor Polisi Woojung. Kami datang untuk memeriksa sesuatu. Permisi.
Dong Sik mau masuk ke dalam tapi dihalangi Hae Joon.
Hae Joon : Tunggu. Kurasa kau lupa memberitahuku ini soal apa.
Dong Sik : Menurutmu itu perlu?
Dong Sik menerobos masuk.
Rekan Dong Sik menyuruh Hae Joon menelpon Kepala Sekolah Yoon.
Rekan Dong Sik : Pria dari Moon Night itu selalu mengatakan omong kosong ini. Ini akan membuatmu dalam masalah.
Yoon Young terkejut Dong Sik tiba-tiba masuk.
Dong Sik : Boleh kulihat KTP-mu? Biar kulihat dengan benar kali ini.
Yoon Young terkejut, apa?
Dong Sik : Aku mendapat laporan bahwa orang mencurigakan ada di sini, jadi, keluarkan KTP-mu.
Yoon Young : Aku kehilangan itu kali terakhir.
Dong Sik lantas mengintip ke dalam rumah Hae Joon.
Dong Sik : Sepertinya ini tidak disiapkan dengan banyak usaha. Sepertinya tidak ada cara lain untuk membuktikan identitas mereka.
Dong Sik lalu menyuruh Yoon Young ikut dengannya ke kantor polisi.
Yoon Young terkejut. Dong Sik menyeret Yoon Young keluar.
Melihat itu, Hae Joon menghentikan langkah Dong Sik. Setelah itu, dia menarik Yoon Young ke belakangnya. Dong Sik makin kesal dan menuduh Hae Joon bersikap seenaknya karena didukung oleh Kepala Sekolah Yoon.
Hae Joon : Aku mengerti kau sangat ingin menangkapnya karena kinerjamu. Aku hanya membantumu agar kau tidak membuang tenaga. Ini hanya membuang-buang waktu. Dia punya tanda pengenal yang sah, dan aku punya cara membuktikannya. Jika kau mau, aku bisa membuatmu melihatnya sendiri.
Dong Sik : Dia punya tanda pengenal yang sah?
Hae Joon : Ya.
Hae Joon menatap Yoon Young, dia...
Hae Joon nampak keberatan mengatakannya tapi dia tak punya pilihan lain.
Hae Joon : ... senior di Kelas Satu di SMA Woojung.
Yoon Young senang, yes.
Yoon Young lalu menatap Dong Sik sambil tersenyum lebar.
Dong Sik tambah muak dong.
Besoknya, semua murid-murid SMA Woojung berjalan kaki menuju gerbang sekolah mereka. Soon Ae berjalan sendirian. Tapi tiba-tiba, Hae Kyung cs datang dan mendekati Soon Ae. Soon Ae tak bisa protes dan masuk ke sekolah bersama mereka.
Mi Sook dianterin Min Soo. Tapi baru turun dari mobil, dia ditabrak oleh seorang murid pria berkacamata. Bukannya minta maaf, murid pria itu malah berlalu begitu saja sambil terus membaca buku.
Hae Joon datang dengan Yoon Young. Sambil jalan, Yoon Young menghafalkan identitasnya.
Yoon Young : Kapan aku dilahirkan? Benar juga. Tahun 1965. 15 Mei 1965.
Tapi kemudian Yoon Young lupa sesuatu. Yoon Young pun minta maaf pada Hae Joon dan tanya apa nomor pengenalnya setelah 63. Hae Joon yang gak tenang, menyuruh Yoon Young mengikutinya.
Hae Joon membawanya ke tepi Sungai Woojung-ri.
Yoon Young kesal dibawa ke sana, kenapa harus dia dari semua tempat?
Hae Joon : Kau tahu betapa berbahayanya ini, bukan? Jika ada masalah, kita berdua akan mengalami akhir yang canggung di sini.
Yoon Young : Aku tahu itu. Aku menyadarinya setelah kejadian kemarin. Aku akan ke sekolah agar tidak ada masalah.
Hae Joon : Kau harus mengatakannya dengan jelas. Kau hanya pergi ke sekolah karena harus.
Yoon Young : Mengingat betapa krisisnya itu, ini berjalan sangat baik untukku.
Hae Joon : "Berjalan"? Maksudku kau harus berhati-hati untuk tidak menggunakan ungkapan seperti itu.
Yoon Young : Baiklah, maafkan aku. Aku akan lebih berhati-hati. Ini kali pertamaku menjelajahi waktu. Aku tahu.
Hae Joon : Kenapa pergi ke sekolah padahal ini kali pertamamu menjelajahi waktu?
Yoon Young : Aku harus punya kisah latar, sama sepertimu. Kau pikir aku tidak tahu? Kau bisa menjelajahi waktu dengan bebas, tapi kau membeli rumah di waktu yang berbed dan pergi bekerja seolah-olah kau guru biasa. Pergi bekerja saja sudah mengerikan di lini masa kita. Kau pasti punya alasan yang lebih penting daripada memikirkan kebohongan berbahaya dengan sangat rajin. Namun, aku tidak akan menanyakan apa alasannya. Jangan bertanya jika kau tidak bisa memberitahuku apa alasanmu.
Hae Joon : Benar sekali.
Yoon Young : Mari fokus pada urusan kita dahulu. Namun, aku akan berusaha sebaik mungkin agar tidak menyulitkanmu seperti kemarin. Sampai kita kembali ke masa kita, kita senasib.
Hae Joon : Kau hanya akan bersekolah. Kau akan langsung pulang setelah pulang sekolah. Berusahalah agar tidak menonjol dan tetaplah diam. Jika kau menghalangi pekerjaanku, kehidupan sekolahmu akan berakhir. Kapan pun itu.
Yoon Young : Setuju. Apa detektif yang kemarin akan datang mencariku lagi?
Hae Joon : Entahlah. Ayo pergi sekarang.
Sekarang, Hae Joon dan Yoon Young ada di ruangan Kepala Sekolah Yoon bersama Dong Sik dan Hee Seob. Kepala Sekolah Yoon lagi bicara di telepon dengan seseorang.
Kepala Sekolah Yoon : Kau tidak perlu mengkhawatirkan itu. Jangan khawatir. Wajar jika hal seperti itu terjadi saat mereka bekerja. Kunjungi saja aku dengan sebotol makgeolli. Pikirkan temanmu yang pasti merasa hampa setelah mengirim putranya ke kota yang jauh. Baiklah, kalau begitu. Nanti kita bicara lagi, Kepala Kim.
Usai menelpon, Kepala Sekolah Yoon mendekati mereka berempat.
Kepala Sekolah Yoon : Astaga. Maaf soal itu. Itu berlangsung cukup lama, bukan? Baiklah. Aku sangat bahagia hari ini. Kalian murid pindahan pertama kami sejak sekolah ini didirikan. Serta kita punya dua murid. Lalu di hari yang sama, dari semua hari. Mereka juga agak mirip.
Hee Seob dan Yoon Young sewot dibilang mirip.
Hee Seob : Tidak, kami tidak mirip!
Yoon Young : Tidak, kami tidak mirip!
Yang lain kebingungan menatap mereka.
Kepala Sekolah Yoon lalu menyuruh Hae Joon dan Dong Sik saling menyapa.
Kepala Sekolah Yoon : Aku tahu kalian bertemu di kelab beberapa hari lalu, tapi tolong saling menyapa secara resmi.
Kepala Sekolah Yoon menatap Dong Sik.
Kepala Sekolah Yoon : Ini Pak Yoon Hae Joon. Jika kau melihatnya dari dekat, dia...
Hae Joon : Tidak, kami tidak mirip.
Kepala Sekolah Yoon : Benar. Bagaimanapun, dia akan menjadi wali kelas keponakanmu mulai hari ini.
Yoon Young bicara dalam hati, ayah adalah keponakan seseorang? Kalau begitu, dia juga berhubungan denganku.
Dong Sik terpaksa berterima kasih pada Hae Joon.
Kepala Sekolah Yoon : Dia Detektif Baek Dong Sik, dan dia sangat kompeten. Berkat pria seperti dia, kota kita jauh lebih aman. Kita harus selalu bersyukur.
Kepala Sekolah Yoon kemudian tanya kenapa Dong Sik mendatangi kediaman Hae Joon padahal sangat kompeten?
Dong Sik : Astaga, maafkan aku, Pimpinan Yoon.
Kepala Sekolah Yoon : Tidak apa-apa. Kau pasti tidak tahu dia salah satu dari kita. Sebagai guru dan orang tua, kita semua anggota keluarga SMA Woojung. Jadi, tolong akurlah mulai sekarang, ya?
Hee Seob akhirnya ingat pernah bertemu Hae Joon dan Yoon Young sebelumnya.
Hee Seob : Dahi kedua. Aku juga bisa melihat dahi pertama di sini. Ini sangat menarik! Paman, aku bisa bertemu kedua dahi di sini.
Sontak lah, Dong Sik langsung mencubit paha Hee Seob.
Hee Seob meringis.
Bersambung ke part 2..


































































0 komentar:
Posting Komentar