All Content From : KBS2
Sinopsis Lengkap : Run Into You
Sebelumnya : Run Into You Eps 2 Part 1
Selanjutnya : Run Into You Eps 2 Part 3
Paginya, Pak Lee menggedor-gedor gerbang Hae Joon. Tak lama kemudian, Hae Joon keluar. Hae Joon melihat jamnya.
Hae Joon : Ini pukul 07.00 di hari Minggu. Ada apa, Soon Ae abeonim?
Pak Lee : Aku penasaran apa dahimu baik-baik saja.
Hae Joon : Astaga. Aku baik-baik saja. Terima kasih.
Hae Joon mau menutup gerbangnya, tapi malah ditahan sama kaki Pak Lee.
Pak Lee : Kalau begitu, ikutlah denganku.
Hae Joon : Ke mana?
Pak Lee : Jangan bilang kau tidak akan berpartisipasi di Jalan-jalan Keluarga Woojung-ri. Aku yang mengadakannya. Aku sudah menuliskan namamu di kaus.
Hae Joon : Begitu rupanya. Aku tidak punya keluarga di sini. Serta aku sibuk.
Pak Lee : Kalau begitu, ikutlah denganku.
Hae Joon : Ke mana?
Pak Lee : Jangan bilang kau tidak akan berpartisipasi di Jalan-jalan Keluarga Woojung-ri. Aku yang mengadakannya. Aku sudah menuliskan namamu di kaus.
Hae Joon : Begitu rupanya. Aku tidak punya keluarga di sini. Serta aku sibuk.
Hae Joon mau nutup pintu tapi lagi2 ditahan Pak Lee.
Pak Lee : Ada seseorang yang senasib denganmu. Serta orang itu butuh pasangan. Ayo.
Pak Lee menarik Hae Joon pergi.
Pak Lee : Ada seseorang yang senasib denganmu. Serta orang itu butuh pasangan. Ayo.
Pak Lee menarik Hae Joon pergi.
Yoon Young girang melihat Hae Joon udah pergi.
Dia keluar dan bertanya-tanya, bagaimana caranya dia agar bisa menemukan rumah ibunya.
Dia keluar dan bertanya-tanya, bagaimana caranya dia agar bisa menemukan rumah ibunya.
Tiba2, Soon Ae keluar dari rumahnya. Dia terkejut melihat Yoon Young.
Yoon Young juga kaget melihat ibunya.
Yoon Young : Astaga, eomma!
Soon Ae : Wanita lem super?
Yoon Young juga kaget melihat ibunya.
Yoon Young : Astaga, eomma!
Soon Ae : Wanita lem super?
Yoon Young : Tunggu. Ini rumah ibuku?
Yoon Young lalu menatap rumah ibunya dan rumah Hae Joon yang depan2an.
Dia senang, astaga. Ini keajaiban. Ini keajaiban!
Yoon Young lalu menatap rumah ibunya dan rumah Hae Joon yang depan2an.
Dia senang, astaga. Ini keajaiban. Ini keajaiban!
Yoon Young pun mengikuti Soon Ae. Soon Ae berbalik, menatap Yoon
Young dan tanya kenapa Yoon Young terus mengikutinya. Yoon Young bilang
karena dia menyukai Soon Ae.
Yoon Young : Ini menarik. Aku juga merindukanmu.
Yoon Young : Ini menarik. Aku juga merindukanmu.
Yoon Young ngikutin Soon Ae lagi.
Soon Ae berbalik dan menatapnya lagi.
Soon Ae : Apa ibumu meninggal? Kemarin di toilet...
Yoon Young pun terdiam dan memandang danau disampingnya. Wajahnya berubah sedih. Danau itu adalah danau tempat ibunya bunuh diri di masa depan.
Soon Ae : Itukah alasanmu tinggal bersama kerabatmu?
Soon Ae mengenalkan namanya. Aku Lee Soon Ae. Itu namaku. Entah apa karena aku mirip dengannya atau karena kau mengendus lem super. Namun, jangan memanggilku ibu. Itu sungguh membuatku takut.
Soon Ae berbalik dan menatapnya lagi.
Soon Ae : Apa ibumu meninggal? Kemarin di toilet...
Yoon Young pun terdiam dan memandang danau disampingnya. Wajahnya berubah sedih. Danau itu adalah danau tempat ibunya bunuh diri di masa depan.
Soon Ae : Itukah alasanmu tinggal bersama kerabatmu?
Soon Ae mengenalkan namanya. Aku Lee Soon Ae. Itu namaku. Entah apa karena aku mirip dengannya atau karena kau mengendus lem super. Namun, jangan memanggilku ibu. Itu sungguh membuatku takut.
Yoon Young : Kalau begitu, boleh aku ikut, Soon Ae-ya?
Soon Ae pergi. Yoon Kyung mengikutii Soon Ae sambil terus manggilin Soon Ae dengan riang gembira.
Soon Ae pergi. Yoon Kyung mengikutii Soon Ae sambil terus manggilin Soon Ae dengan riang gembira.
Soon Ae bekerja di toserba di depan perhentian bis.
Yoon Young melihat ibunya sibuk menata2 barang.
Lalu dia mengikuti ibunya ke ruangan loket.
Soon Ae membuka jendela di depannya. Lalu dia duduk.
Yoon Young juga ikutan duduk tak jauh dari ibunya.
Yoon Young : Kau bekerja di sini setiap hari Minggu?
Soon Ae : Tidak. Biasanya, orang tuaku bergantian bekerja di sini. Namun, mereka ada jalan-jalan hari ini. Jadi, aku menggantikannya.
Yoon Young : Begitu rupanya.
Soon Ae : Kau akan tetap di sana? Aku harus bekerja sekarang.
Yoon Young : Baiklah. Aku tidak akan menghalangimu. Aku akan berada di luar melihat-lihat.
Yoon Young pun keluar.
Yoon Young melihat ibunya sibuk menata2 barang.
Lalu dia mengikuti ibunya ke ruangan loket.
Soon Ae membuka jendela di depannya. Lalu dia duduk.
Yoon Young juga ikutan duduk tak jauh dari ibunya.
Yoon Young : Kau bekerja di sini setiap hari Minggu?
Soon Ae : Tidak. Biasanya, orang tuaku bergantian bekerja di sini. Namun, mereka ada jalan-jalan hari ini. Jadi, aku menggantikannya.
Yoon Young : Begitu rupanya.
Soon Ae : Kau akan tetap di sana? Aku harus bekerja sekarang.
Yoon Young : Baiklah. Aku tidak akan menghalangimu. Aku akan berada di luar melihat-lihat.
Yoon Young pun keluar.
Soon Ae memutar kaset Kim Seung Jin yang dibawanya.
Setelah itu, dia membaca buku.
Setelah itu, dia membaca buku.
Yoon Young diam2 melihat Soon Ae yang senyum2 membaca buku sambil mendengarkan lagu.
Yoon Young tersenyum melihat senyum ibunya.
Lalu dia meraih ponselnya dan diam2 mengabadikan momen itu. Dia memotret ibunya.
Namun melihat foto sang ibu membaca buku, Yoon Young pun teringat masa lalunya ketika sang ibu masih hidup.
Flashback...
Yoon Young tersenyum melihat senyum ibunya.
Lalu dia meraih ponselnya dan diam2 mengabadikan momen itu. Dia memotret ibunya.
Namun melihat foto sang ibu membaca buku, Yoon Young pun teringat masa lalunya ketika sang ibu masih hidup.
Flashback...
Soon Ae bertemu Yoon Young di toko buku. Yoon Young tengah bekerja saat itu. Yoon Young melihat ibunya datang sama ayahnya.
Yoon Young : Ibu sedang apa di sini?
Soon Ae : Ayahmu pergi ke rumah sakit di dekat sini. Ibu sangat terkejut melihatmu saat kami lewat. Kau sibuk?
Yoon Young : Tidak.
Yoon Young : Ibu sedang apa di sini?
Soon Ae : Ayahmu pergi ke rumah sakit di dekat sini. Ibu sangat terkejut melihatmu saat kami lewat. Kau sibuk?
Yoon Young : Tidak.
Soon Ae menyentuh wajah Yoon Young.
Soon Ae : Lihat betapa tirus wajahmu.
Yoon Young kesal, ibu akan merusak riasanku.
Soon Ae : Baiklah.
Soon Ae : Lihat betapa tirus wajahmu.
Yoon Young kesal, ibu akan merusak riasanku.
Soon Ae : Baiklah.
Lalu Soon Ae mengambil salah satu buku disampingnya.
Soon Ae : Si penulis akan datang?
Yoon Young : Ya. Ibu tidak akan terlambat untuk janji temu dengan dokter?
Soon Ae : Ada masa saat ibu bermimpi menjadi novelis. Itu tidak mudah. Apa alur ceritanya? Bisa beri ibu buku bertanda tangan juga?
Yoon Young : Ibu akan membacanya?
Soon Ae : Si penulis akan datang?
Yoon Young : Ya. Ibu tidak akan terlambat untuk janji temu dengan dokter?
Soon Ae : Ada masa saat ibu bermimpi menjadi novelis. Itu tidak mudah. Apa alur ceritanya? Bisa beri ibu buku bertanda tangan juga?
Yoon Young : Ibu akan membacanya?
Tapi Pak Baek bilang tidak perlu karena Soon Ae gak akan membacanya.
Pak Baek mengajak Soon Ae pergi.
Soon Ae menaruh lagi buku itu.
Soon Ae : Benar. Penglihatan ibu memburuk belakangan. Untuk apa ibu membaca buku?
Soon Ae dan Pak Baek pergi.
Flashback end...
Pak Baek mengajak Soon Ae pergi.
Soon Ae menaruh lagi buku itu.
Soon Ae : Benar. Penglihatan ibu memburuk belakangan. Untuk apa ibu membaca buku?
Soon Ae dan Pak Baek pergi.
Flashback end...
Yoon Young pun menghela nafasnya dan beranjak pergi.
Begitu dia pergi, Hee Seob melintas dari kejauhan. Dia berjalan sambil bernyanyi dan tangannya bergerak seolah sedang memetik gitar. Hee Seob lalu bilang, selama dia bisa menemukan anggota, dia bisa dengan mudah membentuk grup band.
Hee Seob : Namun, siapa yang punya alat musik di pedesaan?
Begitu dia pergi, Hee Seob melintas dari kejauhan. Dia berjalan sambil bernyanyi dan tangannya bergerak seolah sedang memetik gitar. Hee Seob lalu bilang, selama dia bisa menemukan anggota, dia bisa dengan mudah membentuk grup band.
Hee Seob : Namun, siapa yang punya alat musik di pedesaan?
Hee Seob melihat bus datang. Dia pun bergegas mendekati bus. Tapi yang dicarinya tak ada. Hee Seob pun naik.
Hee Seob : Apa semuanya sudah turun?
Supir : Ya, sudah.
Hee Seob jadi kesal, bagaimana bisa dia tidak tepat waktu untuk naik bus?
Hee Seob : Apa semuanya sudah turun?
Supir : Ya, sudah.
Hee Seob jadi kesal, bagaimana bisa dia tidak tepat waktu untuk naik bus?
Yoon Young duduk di taman, mikirin ibunya.
Yoon Young : Ibu suka membaca buku. Jika bukan karena kami, dia pasti sudah membaca semua buku yang dia inginkan. Ini tidak mungkin kebetulan. Bagaimana aku bisa bertemu ibu saat usianya 19 tahun? Aku yakin ada alasan di balik itu.
Yoon Young : Ibu suka membaca buku. Jika bukan karena kami, dia pasti sudah membaca semua buku yang dia inginkan. Ini tidak mungkin kebetulan. Bagaimana aku bisa bertemu ibu saat usianya 19 tahun? Aku yakin ada alasan di balik itu.
Yoon Young ingat kata2nya ke sang ayah saat mereka di tepi danau.
Yoon Young : Aku sungguh ingin memutar kembali waktu, Ayah. Jika bisa kembali ke masa lalu, aku akan pergi jauh ke masa lalu. Agar Ibu tidak perlu mencintai Ayah atau aku. Aku akan membuatnya hidup bahagia sendirian. Akan kupastikan dia hidup.
Yoon Young : Ibu menikah pada tahun 1988. Katanya dia bertemu Ayah setahun lalu.
Yoon Young : Aku sungguh ingin memutar kembali waktu, Ayah. Jika bisa kembali ke masa lalu, aku akan pergi jauh ke masa lalu. Agar Ibu tidak perlu mencintai Ayah atau aku. Aku akan membuatnya hidup bahagia sendirian. Akan kupastikan dia hidup.
Yoon Young : Ibu menikah pada tahun 1988. Katanya dia bertemu Ayah setahun lalu.
Hee Seob jalan sambil mengomel.
Hee Seob : Bagaimana dia bisa ketinggalan bus? Yang benar saja.
Hee Seob melintas di loket dan terpana melihat Soon Ae.
Hee Seob mendekati loket dan terus memandangi Soon Ae.
Soon Ae balik menatapnya.
Soon Ae : Pukul berapa kau akan naik bus?
Hee Seob : Bagaimana dia bisa ketinggalan bus? Yang benar saja.
Hee Seob melintas di loket dan terpana melihat Soon Ae.
Hee Seob mendekati loket dan terus memandangi Soon Ae.
Soon Ae balik menatapnya.
Soon Ae : Pukul berapa kau akan naik bus?
Ditatap Soon Ae, Hee Seob pun lemas dan jatuh.
Soon Ae : Kau baik-baik saja?
Hee Seob : Kurasa aku harus ke rumah sakit.
Soon Ae : Kau baik-baik saja?
Hee Seob : Kurasa aku harus ke rumah sakit.
Yoon
Young balik ke toserba dan melihat Soon Ae lagi membantu seorang pria
berdiri. Yoon Young pun mendekat dan tanya apa yang terjadi.
Soon Ae : Dia tiba-tiba terjatuh setelah melihatku.
Hee Seob : Jantungku tiba-tiba... Jantungku mulai berdetak kencang. Seolah-olah sepuluh atau lebih drum dimainkan.
Soon Ae : Dia tiba-tiba terjatuh setelah melihatku.
Hee Seob : Jantungku tiba-tiba... Jantungku mulai berdetak kencang. Seolah-olah sepuluh atau lebih drum dimainkan.
Hee Seob menatap Soon Ae dan lemas lagi. Tapi Yoon Young langsung memegangnya.
Yoon Young : Omong-omong, siapa namamu?
Hee Seob : Apa? Aku Baek Hee Seob.
Hee Seob tanya nama Soon Ae.
Yoon Young : Omong-omong, siapa namamu?
Hee Seob : Apa? Aku Baek Hee Seob.
Hee Seob tanya nama Soon Ae.
Yoon Young kaget mendengar nama Hee Seob. Hee Seob adalah ayahnya! Wkwkwk...
Yoon Young pun memegangi kedua pipi Hee Seob dan menatap wajahnya lekat2.
Hee Seob ingat siapa Yoon Young.
Hee Seob : Tunggu, kau dahi pertama.
Yoon Young pun memegangi kedua pipi Hee Seob dan menatap wajahnya lekat2.
Hee Seob ingat siapa Yoon Young.
Hee Seob : Tunggu, kau dahi pertama.
Yoon Young menatap Soon Ae. Lalu dia marah dan mendorong Hee Seob sampai jatuh.
Yoon Young : Apa yang kau rencanakan! Aku perlu bicara denganmu. Soon Ae, kembalilah ke dalam.
Hee Seob : Jadi namamu Soon Ae.
Yoon Young menyeret Hee Seob pergi dan menyuruh Soon Ae masuk ke dalam.
Yoon Young : Apa yang kau rencanakan! Aku perlu bicara denganmu. Soon Ae, kembalilah ke dalam.
Hee Seob : Jadi namamu Soon Ae.
Yoon Young menyeret Hee Seob pergi dan menyuruh Soon Ae masuk ke dalam.
Soon Ae menatap heran mereka.
Soon Ae : Mereka agak mirip. Mereka berdua sangat aneh.
Soon Ae : Mereka agak mirip. Mereka berdua sangat aneh.
Yoon Young dan Hee Seob bicara di taman.
Hee Seob : Dahimu baik-baik saja?
Yoon Young : Kurasa hatimu baik-baik saja sekarang.
Hee Seob : Sepertinya itu baik-baik saja. Kau benar.
Yoon Young : Kakimu baik-baik saja?
Hee Seob : Dahimu baik-baik saja?
Yoon Young : Kurasa hatimu baik-baik saja sekarang.
Hee Seob : Sepertinya itu baik-baik saja. Kau benar.
Yoon Young : Kakimu baik-baik saja?
Hee Seob berlari dan menoleh ke Yoon Young.
Yoon Young menyuruhnya balik lagi.
Hee Seob : Kakiku baik-baik saja.
Yoon Young : Sejak kapan kau bicara dengan dialek?
Hee Seob : Sejak aku lahir. Kau mengajukan banyak pertanyaan aneh. Apa yang terjadi di sini?
Yoon Young : Kau! Jangan berani-berani mendekati Soon Ae.
Yoon Young menyuruhnya balik lagi.
Hee Seob : Kakiku baik-baik saja.
Yoon Young : Sejak kapan kau bicara dengan dialek?
Hee Seob : Sejak aku lahir. Kau mengajukan banyak pertanyaan aneh. Apa yang terjadi di sini?
Yoon Young : Kau! Jangan berani-berani mendekati Soon Ae.
Sementara Yoon Young lagi sama Hee Seob, Soon Ae didekati Hae Kyung, Eun Ha dan Yu Ri.
Hae Kyung : Astaga, kau belajar keras seperti biasa, Gadis Sastra. Keluarlah. Kita harus pergi ke suatu tempat.
Soon Ae : Namun, ibuku akan memarahiku jika aku pergi sekarang.
Yu Ri : Sebentar saja. Kami ingin melakukan sesuatu yang menyenangkan di sekolah besok. Kami ingin merencanakan sebelumnya.
Soon Ae : Rencana?
Hae Kyung : Astaga, kau belajar keras seperti biasa, Gadis Sastra. Keluarlah. Kita harus pergi ke suatu tempat.
Soon Ae : Namun, ibuku akan memarahiku jika aku pergi sekarang.
Yu Ri : Sebentar saja. Kami ingin melakukan sesuatu yang menyenangkan di sekolah besok. Kami ingin merencanakan sebelumnya.
Soon Ae : Rencana?
Hee Seob tanya kenapa dia harus menjauhi Soon Ae.
Hee Seob : Memangnya kau siapa, bisa memerintahku?
Yoon Young : Aku... BF Soon Ae, mengerti?
Hee Seob : Apa? BF? Apa itu?
Yoon Young : Itu artinya aku teman terdekatnya di dunia ini, mengerti? Sedekat itulah Soon Ae dan aku.
Hee Seob : Maaf karena aku membentur kepalamu dan memecahkannya kemarin.
Yoon Young : Lupakan saja. Selama aku di sini, kau tidak akan mendapat kesempatan dengan Soon Ae-ku. Jadi, berhentilah sekarang sebelum perasaanmu bertambah.
Hee Seob : Kenapa kau tidak menyukaiku?
Yoon Young : "Kenapa?" Aku tahu siapa kau, orang seperti apa kau, serta betapa ringan dan tidak berartinya cintamu. Aku sudah melihat semuanya.
Hee Seob : Kenapa kau berkata begitu? Bagaimana kau tahu?
Hee Seob : Memangnya kau siapa, bisa memerintahku?
Yoon Young : Aku... BF Soon Ae, mengerti?
Hee Seob : Apa? BF? Apa itu?
Yoon Young : Itu artinya aku teman terdekatnya di dunia ini, mengerti? Sedekat itulah Soon Ae dan aku.
Hee Seob : Maaf karena aku membentur kepalamu dan memecahkannya kemarin.
Yoon Young : Lupakan saja. Selama aku di sini, kau tidak akan mendapat kesempatan dengan Soon Ae-ku. Jadi, berhentilah sekarang sebelum perasaanmu bertambah.
Hee Seob : Kenapa kau tidak menyukaiku?
Yoon Young : "Kenapa?" Aku tahu siapa kau, orang seperti apa kau, serta betapa ringan dan tidak berartinya cintamu. Aku sudah melihat semuanya.
Hee Seob : Kenapa kau berkata begitu? Bagaimana kau tahu?
Seseorang memanggil Hee Seob.
Hee Seob menoleh, Yoo Seob!
Yoon Young kaget melihat Yoo Seob.
Yoon Young : Paman Yoo Seob?
Hee Seob lalu mengatakan pada Yoon Young kalau dia akan membuat Yoon Young suka padanya.
Hee Seob pun pergi dengan Yoo Seob.
Hee Seob menoleh, Yoo Seob!
Yoon Young kaget melihat Yoo Seob.
Yoon Young : Paman Yoo Seob?
Hee Seob lalu mengatakan pada Yoon Young kalau dia akan membuat Yoon Young suka padanya.
Hee Seob pun pergi dengan Yoo Seob.
Warga Woojeong-ri lagi pemanasan.
Hae Joon sedikit tersenyum melihatnya.
Lalu dia melihat Pak Yoon yang duduk sendirian di beranda dan teringat masa depan.
Flashback...
Hae Joon sedikit tersenyum melihatnya.
Lalu dia melihat Pak Yoon yang duduk sendirian di beranda dan teringat masa depan.
Flashback...
Saat itu, musim semi tahun 2024. Pak Yoon duduk di tepi danau.
Hae Joon yang berdiri di belakang Pak Yoon tanya siapa yang Pak Yoon tunggu.
Pak Yoon : Cucuku. Dia menghilang di sini.
Hae Joon : Kau bahkan tidak mengenalinya.
Pak Yoon : Cucuku menghilang di sini. Tolong temukan dia.
Hae Joon : Beberapa orang mungkin berpikir kau menyayangi cucu itu.
Flashback end...
Hae Joon yang berdiri di belakang Pak Yoon tanya siapa yang Pak Yoon tunggu.
Pak Yoon : Cucuku. Dia menghilang di sini.
Hae Joon : Kau bahkan tidak mengenalinya.
Pak Yoon : Cucuku menghilang di sini. Tolong temukan dia.
Hae Joon : Beberapa orang mungkin berpikir kau menyayangi cucu itu.
Flashback end...
Pak Yoon menoleh dan tersenyum melihat Hae Joon.
Hae Joon memalingkan wajahnya. Dia kesal.
Gerak jalan dimulai. Hae Joon jalan sama Pak Yoon.
Pak Yoon : Aku bahkan tidak menduga akan ikut jalan-jalan tahun ini, tapi aku senang melakukannya. Aku hanya bisa berada di pinggir dan bertepuk tangan untuk mereka. Kudengar hadiah untuk posisi ketiga adalah Walkman. Kurasa kita bisa menang sebanyak itu.
Hae Joon : Kau hanya punya uang. Astaga, kau pelit sekali.
Pak Yoon : Satu-satunya keluargaku adalah putraku, tapi aku mengirimnya ke Amerika untuk belajar. Menunggu kepulangannya adalah satu-satunya kebahagiaan hidup.
Hae Joon : Sejak kapan kau begitu menyayanginya?
Pak Yoon : Apa? Apa yang kau gumamkan selama ini?
Hae Joon mengganti topic pembicaraan.
Hae Joon : Kau harus mengebut jika ingin memenangi peringkat ketiga.
Hae Joon duluan.
Pak Yoon mengejar Hae Joon.
Hae Joon memalingkan wajahnya. Dia kesal.
Gerak jalan dimulai. Hae Joon jalan sama Pak Yoon.
Pak Yoon : Aku bahkan tidak menduga akan ikut jalan-jalan tahun ini, tapi aku senang melakukannya. Aku hanya bisa berada di pinggir dan bertepuk tangan untuk mereka. Kudengar hadiah untuk posisi ketiga adalah Walkman. Kurasa kita bisa menang sebanyak itu.
Hae Joon : Kau hanya punya uang. Astaga, kau pelit sekali.
Pak Yoon : Satu-satunya keluargaku adalah putraku, tapi aku mengirimnya ke Amerika untuk belajar. Menunggu kepulangannya adalah satu-satunya kebahagiaan hidup.
Hae Joon : Sejak kapan kau begitu menyayanginya?
Pak Yoon : Apa? Apa yang kau gumamkan selama ini?
Hae Joon mengganti topic pembicaraan.
Hae Joon : Kau harus mengebut jika ingin memenangi peringkat ketiga.
Hae Joon duluan.
Pak Yoon mengejar Hae Joon.
Hae Joon kembali ke rumahnya. Dia heran kenapa Pak Yoon malah memberinya walkman.
Hae Joon : Aku hanya bisa memperbaikinya jika kembali.
Hae Joon mencari2 Yoon Young dan dia sadar Yoon Young pergi.
Hae Joon : Aku melarangnya keluar, tapi dia bahkan tidak bisa tahan sehari pun. Seolah-olah dia sudah merencanakan ini.
Hae Joon membereskan selimut dan bantal yang ditinggalkan berantakan oleh Yoon Young.
Tapi kemudian, dia menemukan kotak korek api dengan secarik pesan di dalamnya di lantai.
Hae Joon : Aku hanya bisa memperbaikinya jika kembali.
Hae Joon mencari2 Yoon Young dan dia sadar Yoon Young pergi.
Hae Joon : Aku melarangnya keluar, tapi dia bahkan tidak bisa tahan sehari pun. Seolah-olah dia sudah merencanakan ini.
Hae Joon membereskan selimut dan bantal yang ditinggalkan berantakan oleh Yoon Young.
Tapi kemudian, dia menemukan kotak korek api dengan secarik pesan di dalamnya di lantai.
Hae Joon pun meraih ponselnya dan mencocokkn korek api itu dengan foto korek api di ponselnya.
Pesan yang tertulis di kertas itu adalah, "Wanita yang membaca itu berbahaya"
Hae Joon heran, kenapa ini ada di sini?
Bersambung ke part 3...
Pesan yang tertulis di kertas itu adalah, "Wanita yang membaca itu berbahaya"
Hae Joon heran, kenapa ini ada di sini?
Bersambung ke part 3...






















































0 komentar:
Posting Komentar