Jumat, 29 Maret 2024

Sinopsis Run Into You Eps 3 Part 2

 All Content From : KBS2
Sinopsis Lengkap : Run Into You
Sebelumnya : Run Into You Eps 3 Part 1
Selanjutnya : Run Into You Eps 3 Part 3

Sekarang, Hee Seob dan Yoon Young menunggu di depan ruangan guru.

Hee Seob : Dari yang kulihat, sepertinya kau tidak punya ayah.

Dengan wajah kesal, Yoon Young meminta Hee Seob tidak bicara dengannya. Namun Hee Seob terus bicara. Dia bilang, Yoon Young pindah ke sekolah baru. Tapi melihat Yoon Young datang ke sekolah dengan paman kerabat jauh Yoon Young, maka jawabannya sudah jelas.

Yoon Young : Aku kenal seorang ayah yang tidak muncul untuk apa pun. Selama 12 tahun dari SD hingga SMA. Upacara penerimaan, kelulusan, dan hari olahraga. Seorang ayah yang tidak pernah muncul untuk acara berarti apa pun. Seorang ayah yang tidak pernah menjadi bagian dari hidupku karena dia terlalu sibuk minum dan berkelahi dengan orang asing. Seseorang seperti dia dahulu adalah ayahku.

Hee Seob : Dia terdengar seperti ayah yang buruk.

Yoon Young : Astaga. Rasanya aneh mendengarnya darimu.

Hee Seob : Omong-omong, apa itu "SD"?

Yoon Young : Sekolah dasar.

Hee Seob : Begitu rupanya. Pasti itu namanya. SD. Hei, melihatmu di sini... Apa itu berarti Soon Ae juga...


Mendengar nama Soon Ae disebut2, Yoon Young marah dan menjewer kuping Hee Seob.

Sontak lah Hee Seob langsung meringis dan protes. Tapi Yoon Young gak peduli.

Yoon Young : Hei. Ingat apa yang kukatakan kemarin? Menjauhlah darinya.

Hee Seob :  Aku juga sudah memperingatkanmu kemarin. Sudah kubilang jangan mencampuri urusanku! Hei! Lepaskan telingaku!


Hae Joon keluar bersama Park Chang Sik dari ruang guru.

Yoon Young pun langsung melepas jewerannya.

Chang Sik : Bukankah kau bilang keponakan kerabat jauhmu baik?

Hae Joon menatap kesal Yoon Young, ya. Dia berjanji akan bersikap baik.

Di kelas, Eun Ha lagi menari-nari di belakang Soon Ae. Para siswi yang memperhatikannya tertawa. Tiba-tiba, tangan Eun Ha menggeplak kepala Soon Ae. Hae Kyung cs langsung tertawa.

Tiba-tiba, Chang Sik masuk bersama Yoon Young.

Chang Sik : Dia murid baru yang akan bergabung dengan kelas kalian mulai hari ini. Namanya Baek Yoon Young. Karena masalah keluarga, dia cuti dari sekolah. Jadi, dia sedikit lebih tua dari kalian.

Hae Kyung : Siapa yang peduli soal usia di sini? Selama kami di kelas yang sama, kami sebaya.

Yoon Young menatap kesal Hae Kyung.

Chang Sik : Baiklah. Kalian bisa mengurus itu. Kim Hae Kyung. Lee Eun Ha. Park Yu Ri. Kalian bertiga. Kim-Lee-Park. Sebaiknya jaga sikap kalian. Jika memergoki kalian merundungnya, bapak akan memarahi kalian, ya?

Hae Kyung : Baiklah.

Chang Sik : Astaga. Kalian siswa kelas tiga SMA. Kalian tidak bisa diharapkan. Sungguh. Kecuali kauu, Mi Sook.


Yoon Young pun menatap Mi Sook.

Mi Sook diam saja.


Chang Sik lantas menyuruh Yoon Young duduk di kursi kosong di sebelah Soon Ae.

Yoon Young pun bergegas ke arah Soon Ae.


Hae Joon juga mengenalkan Hee Seob pada para siswa.

Hae Joon : Ada murid pindahan hari ini. Perkenalkan dirimu sesukamu.

Namun, ada tisu yang menyumbat hidung Hee Seob.

Hee Seob mengenalkan diri dengan singkat, padat dan jelas.

Hee Seob : Aku Baek Hee Sub.

Hae Joon heran, apa? Itu saja?

Hee Seob : Ya. Memberikan perkenalan panjang bertentangan dengan semangat rock and roll.


Murid yang menabrak Mi Sook tadi pagi, yang tadinya cuek dan tetap membaca buku saat Hee Seob masuk ke kelas, akhirnya menatap Hee Seob setelah mendengar kata-kata Hee Seob.

Hae Joon : Duduklah di mana saja.

Hae Joon beranjak keluar.


Yoon Young duduk di sebelah Soon Ae. Soon Ae tanya, apa yang terjadi. Yoon Young bilang, dia merasa harus tinggal di Woojung-ri sedikit lebih lama.

Yoon Young : Kau tidak senang melihatku?

Soon Ae menjawab pertanyaan Yoon Young dengan wajah sumringah.

Yoon Young lalu melirik novel yang tengah dibaca Soon Ae.

Yoon Young : Kau suka Virginia Woolf? Boleh kulihat?

Soon Ae memberikannya.

Soon Ae : Kau tahu buku ini?

Yoon Young : "Beri dia seratus tahun lagi. Beri dia ruang sendiri dan lima ratus setahun."

Soon Ae melanjutkan kalimat Yoon Young.

Soon Ae : "Biarkan dia mengutarakan pikirannya. Dan sisakan setengah yang kini dia masukkan dan dia akan menulis buku yang lebih baik suatu hari nanti."

Mi Sook yang mendengar itu, sedikit menoleh ke belakang. Entah kenapa wajahnya menunjukkan reaksi tidak suka.

Yoon Young : "Dia akan menjadi penyair,' kataku..."

Soon Ae : "Dalam seratus tahun lagi."

Yoon Young dan Soon Ae lantas saling tersenyum, satu sama lain.


Tiba-tiba, Hae Kyung cs merusak suasana mereka. Hae Kyung bilang, itu hal paling payah yang pernah dia dengar. Mereka lalu mendekati Yoon Young. Yoon Young pun menatap mereka dengan kesal.

Hae Kyung : Hei, senang bertemu denganmu.


Hee Seob yang duduk disamping murid yang tadi menabrak Mi Sook, ecek-eceknya tengah bermain gitar. Anehnya murid yang menabrak Mi Sook tadi, bisa mendengarkan suara petikan gitar Hee Seob. Dia tidak percaya dan melihat murid-murid lain. Tapi murid lain nampak tenang, tak mendengar apapun.

Murid itu memuji Hee Seob, astaga, kau pasti gitaris yang hebat.

Hee Seob : Kau bisa mendengarnya?

Murid itu : Kau menaruh penyeleksi di posisi keempat. Kau memainkan kunci E dengan pick down-stroke. Astaga. Jari-jarimu cepat dan kepekaan iramamu bagus. Akhirnya aku bertemu rekanku. Senang bertemu denganmu. Namaku Yoo Bum Ryong.


Kembali ke Hae Kyung yang marah karena Yoon Young tak membalas sapaannya.

Hae Kyung : Kau tidak mendengarku? Aku bilang, "Senang bertemu denganmu." Bukankah setidaknya kau harus mengatakan sesuatu?

Yoon Young : Itu jelas kekanak-kanakan. Namun, kau bersikap kekanak-kanakan.


Yoon Young lantas berdiri. Soon Ae yang takut mereka berkelahi, sontak menahan Yoon Young. Tapi Yoon Young tak peduli. Dia dan Hae Kyung saling bertatapan sejenak, sebelum akhirnya Yoon Young menatap ke bawah.

Yoon Young : Apa itu?


Hee Seob menatap ke jendela. Tak lama kemudian, dia me-sisi tisu yang menyumbat hidungnya. Hidungnya sudah tak berdarah lagi.

Hee Seob bergumam, entah apa dia memanfaatkan itu dengan baik.

Ternyata, Yoon Young lah penyebab hidung Hee Seob berdarah.

Flashback...


Chang Sik menyuruh Yoon Young mengikutinya. Setelah mereka pergi, Hae Joon juga menyuruh Hee Seob mengikutinya. Tapi, Hee Seob meminta waktu sebentar pada Hae Joon. Dia bilang dia takkan lama. Setelah itu, Hee Seob pun berlari mendekati Yoon Young. Dia minta izin pada Chang Sik, lalu bergegas melarikan Yoon Young.


Hee Seob membawa Yoon Young ke atap. Sampai di atap, Hee Seob bersikap sok akrab dengan Yoon Young dengan menaruh sikunya di atas bahu Yoon Young. Yoon Young sewot.

Yoon Young : Jangan bersikap seolah-olah kita teman. Kau mau mati?

Hee Seob : Waktuku tidak banyak. Jadi, dengarkan.


Hee Seob lalu mengajari Yoon Young cara melawan saat ditindas.

Hee Seob : Baiklah. Tatap matanya. Lalu melototlah seperti aku. Lalu katakan ini. "Astaga. Apa itu?" Itu dia. Lalu mereka akan menundukkan kepala, benar? Pada saat itu, berjongkoklah, berpura-pura mengambil. Lalu berdiri, sambil mengangkat kepalamu. Itu akan menyebabkan mimisan besar...

Hee Seob lalu menyuruh Yoon Young mencoba trik itu padanya.

Hee Seob : Lihat? Aku menundukkan kepalaku.


Dan Yoon Young pun menyundul hidung Hee Seob dengan kepalanya.

Sontak lah Hee Seob langsung memegangi hidungnya yang sakit. Sementara Yoon Young tampak puas usai melakukan itu. Hee Seob heran sendiri. Dia tanya, apa kepala Yoon Young terbuat dari batu.


Yoon Young : Jadi, kenapa kau mengajariku ini?

Hee Seob : Ayahku mengajariku ini. Saat aku masuk SD, dia menyuruhku memakai trik ini untuk mengintimidasi siapa pun yang mencoba berkelahi denganku. Saat aku lulus, kedua orang tuaku sudah meninggal. Jadi, hanya ini yang kupelajari.

Mendengar orang tua Hee Seob sudah meninggal, Yoon Young agak tertegun.

Hee Seob : Itu cukup berguna sejauh ini.

Yoon Young terus menatap Hee Seob.

Hee Seob : Astaga. Maksudku, semua ayah ingin mengajarkan trik seperti ini. Jadi... Aku yakin ayahmu tidak bermaksud melewatkan kesempatan ini. Dia pasti punya alasan.

Yoon Young jadi salah tingkah. Tapi tak lama, dia kembali sewot.

Yoon Young : Kau tahu apa? Ini trik kekanak-kanakan untuk dibagi oleh anak berusia 19 tahun. Aku tidak butuh trikmu.


Yoon Young pun pergi.

Setelah Yoon Young pergi, darah mulai keluar dari hidung Hee Seob.

Flashback end...


Dan sekarang, trik itulah yang dilakukan Yoon Young. Hidung Hae Kyung berdarah. Tahu hidungnya berdarah, Hae Kyung marah dan mau membalas Yoon Young tapi Mi Sook menghentikan mereka.

Mi Sook : Bisakah kalian diam? Aku tidak bisa fokus.


Mi Sook lantas menatap Hae Kyung.

Mi Sook : Kurasa sudah cukup.


Tiba-tiba, seorang siswi masuk kelas itu dan berseru, "Pangeran Lima Detik datang!"

Murid2 langsung duduk dengan manis.


Si Pangeran Lima Detik adalah Hae Joon. Para siswi mulai menatap Hae Joon, dari Hae Joon yang masuk ke dalam kelas, sampai Hae Joon yang menggulung lengannya.

Yoon Young terheran-heran melihat semuanya. Soon Ae ikut-ikutan memandangi Hae Joon. Tiba-tiba, Soon Ae menghitung mundur dari angka 5. Yoon Young makin heran dan tanya untuk apa menghitung mundur.

Soon Ae : Diam! Kau harus menikmati lima detik ini sebisa mungkin.


Tepat setelah hitung mundur berakhir, Hae Joon memulai ceramahnya.

Hae Joon : Apa yang harus kalian lakukan sepulang sekolah?

Murid2 menjawab dengan lesu, kami pulang.

Hae Joon : Ya. Langsung pulang. Jangan di luar setelah pukul 22.00. Bahkan jangan pergi ke ruang baca untuk belajar. Belajar saja di rumah. Jika kalian tidak bisa fokus, tidur saja. Tidur adalah obat terbaik.


Hae Joon lalu mulai berkeliling kelas. Saat melewati Yoon Young, dia menatap Young sambil memberi penekanan pada kalimatnya.

Hae Joon : Jangan pergi ke bukit atau sungai bahkan di siang hari. Jangan pergi ke sana. Jangan pergi ke tempat gelap.


Hae Joon lalu balik ke mejanya.

Hae Joon : Jangan percaya orang asing. Orang jahat akan mendekati kalian sambil tersenyum. Pikirkan saja datang ke sekolah, pulang, dan berinteraksi dengan teman-teman sekelas dan guru kalian untuk saat ini. Bersabarlah selama beberapa bulan sampai usia kalian 20 tahun. Kalian akan bebas setelah itu.

Yu Ri menegur, minta pelajaran dimulai saja.


Hae Joon menghentikan ceramahnya dan memulai pelajaran.

Soon Ae : Waktu kita hanya lima detik sebelum dia mulai mengomeli kita. Dia pangeran hanya selama lima detik. Pangeran Lima Detik. Itu julukannya.

Yoon Young : Apa kita harus mendengarkan itu sebelum setiap kelas? Itu mengerikan.

Soon Ae : Ada banyak hal yang dia larang. Jadi, dia juga Pangeran Jangan Lakukan. Jangan katakan itu kepadanya.

Yoon Young : Tapi kenapa kau terus menambahkan "Pangeran" ke dalam julukannya?

Soon Ae : Kenapa tidak?

Keduanya menatap Hae Joon. Yoon Young pun akhirnya paham kenapa Soon Ae terus-terusan memanggil Hae Joon 'Pangeran'. Tak lama kemudian, keduanya sama-sama tertawa.


Kelas akhirnya berakhir.

Hae Joon beranjak keluar. Saat langkah Hae Joon tiba di depan pintu belakang kelas, Yoon Young tiba-tiba keluar dan mendekatinya. Mereka saling menyindir.

Yoon Young : Astaga. Aku benci orang kolot.

Hae Joon : Aku juga benci orang yang bertengkar. Sudah kubilang berkali-kali jangan menarik perhatian. Kau bersikap seperti petarung UFC di hari pertamamu di sini.

Yoon Young : Mari fokus pada urusan kita sendiri alih-alih saling mengkritik.

Hae Joon : Kau mengambil kata-kata itu dari mulutku. Berhentilah menatapku di kelas. Jangan ke mana-mana sepulang sekolah. Tetap di kelas. Aku akan menjemputmu.

Tiba-tiba, Mi Sook memanggil Hae Joon.


Hae Joon langsung menyuruh Yoon Young pergi.

Yoon Young kesal karena Hae Joon tidak memakai honorifik kepadanya.


Mi Sook mendekati Hae Joon. Yoon Young melihat mereka dari kejauhan.

Mi Sook : Terima kasih untuk tadi. Bapak memuji PR tulisanku.

Hae Joon : Bapak bilang itu bagus karena kau mengerjakannya dengan baik. Kau tidak perlu berterima kasih.

Mi Sook : Aku agak malu menunjukkan tulisanku kepada Bapak kali ini. Bapak sungguh berpikir aku bisa menjadi novelis saat dewasa?

Hae Joon : Tentu saja. Mungkin juga tidak butuh waktu lama. Kau mungkin juga penulis terkenal. Jadi, pertahankan.

Hae Joon lantas beranjak dan melihat Yoon Young mengintip. Dia lantas menatap galak Yoon Young dan menyuruh Yoon Young pergi.


Yoon Young balik ke kelasnya. Sambil menatap bangku Mi Sook yang kosong, dia bertanya-tanya, apa Hae Joon tahu soal Mi Sook.

Yoon Young : Dia penulis terlaris.


Yoon Young lalu menoleh ke sebelahnya. Soon Ae tidak ada.

Yoon Young : Dia tidak ada di toilet. Ke mana dia pergi?

Soon Ae sendiri ada di gudang. Tak lama, Mi Sook datang.

Mi Sook : Kau membawanya?

Soon Ae : Ya. Begini... Aku memperbaiki beberapa kalimat yang canggung. Aku juga memperbaiki beberapa bagian yang tidak masuk akal.

Soon Ae memberikan kertas pada Mi Sook. Mi Sook membaca tulisannya yang sudah dikoreksi Soon Ae.

Mi Sook : Tugas menulis ini menyita banyak waktumu.


Lalu sambil memegang bandul kalungnya, Mi Sook bilang Soon Ae membuang sebagian besar kalimatnya. Soon Ae mau jelasin tapi Mi Sook tersenyum dan bilang tidak apa-apa.

Mi Sook : Hasilnya lebih baik seperti itu. Lagi pula, aku yang menulisnya. Namun, siapa pun bisa mengeditnya. Kau setuju, bukan?

Soon Ae : Benar. Itu benar.


Mi Sook : Jangan langsung keluar.

Soon Ae nurut.


Mi Sook keluar. Tapi di depan gudang, dia bertemu Yoon Young.

Yoon Young ingat kata2 Mi Sook kepadanya saat mereka di toko sepatu di mal.

Mi Sook : Itu diterima dengan baik hanya saat kau meninjaunya, jadi, aku tidak bisa mengeluh. Siapa pun bisa mengeditnya.

Yoon Young masuk ke gudang sambil membaca tulisan Mi Sook yang dikoreksi Soon Ae. Dan, Yoon Young pun marah.

Yoon Young : Jadi, ini yang selalu kau lakukan. Aku tidak yakin. Namun, kau sama. Apa kau bahkan tahu cara menulis tanpa bantuan orang lain? Aku melihatmu melakukannya selama enam tahun. Namun, mengejutkan bahwa kau harus mencari orang lain untuk menyelesaikan tugas menulismu. Jika kau yakin siapa pun bisa melakukannya, kau bisa melakukannya sendiri. Bagaimana bisa kau bersikap sangat kurang ajar setelah menggunakan waktu dan bakat orang lain?

Tapi, Yoon Young mengganti kalimatnya.

Yoon Young : Tidak. Kau bukan kurang ajar. Karena kau tahu ini memalukan, kau bersembunyi di sini untuk membicarakannya. Aku tidak bisa merahasiakan ini. Setidaknya tidak di sini.


Yoon Young lantas mengajak Soon Ae ke ruang guru. Dia pun hendak membawa Soon Ae keluar, tapi Mi Sook tiba-tiba teriak histeris. Mendengar Mi Sook tiba-tiba menjerit, Yoon Young heran sendiri. Sementara Soon Ae menghempaskan tangan Yoon Young darinya setelah berpikir sejenak. Lalu dia mendekati Mi Sook. Yoon Young terheran-heran melihat Soon Ae menenangkan Mi Sook. Beberapa saat kemudian, Soon Ae menegaskan pada Yoon Young bahwa dia mengkoreksi tulisan Mi Sook karena dia ingin melakukan itu.

Soon Ae : Kelas akan segera dimulai. Cepat.


Soon Ae lantas memapah Mi Soo keluar.

Yoon Young mematung. Sesaat kemudian, dia keluar dari gudang dan menatap kepergian Soon Ae dan Mi Sook, sambil bertanya-tanya apa yang sudah Mi Sook lakukan pada Soon Ae sampai Soon Ae gak bisa melawan Mi Sook.

Yoon Young : Aku yakin ada sesuatu di antara mereka.


Tiba-tiba, sebuah jari2 lentik menoel bahu Yoon Young. Yoon Young menoleh, ternyata Bum Ryong.

Bum Ryong : Aku belum pernah melihatmu. Kau senior di Kelas Satu? Lee Soon Ae ada di kelasmu, bukan?

Yoon Young : Soon Ae? Ada apa dengannya?

Bum Ryong : Bisakah kau memberikan ini kepadanya?

Bum Ryong memberikan kotak korek api Kedai Teh Bong Bong pada Yoon Young.


Tepat saat itu, Hae Joon datang dan melihat mereka. Hae Joon pun bergegas mendekati mereka, sambil memanggil nama Bum Ryong.

Hae Joon kemudian menatap Yoon Young sambil bicara pada Bum Ryong.

Hae Joon : Kau tahu betapa mencurigakannya dirimu? Kau tidak tahu kau tidak boleh melewati lorong tempat kelas putri berada? Menurutmu peraturan sekolah mudah?

Bum Ryong : Tidak, Pak. Maafkan aku.

Hae Joon lantas menyuruh Bum Ryong mengikutinya.


Kelas akhirnya bubar. Murid-murid satu per satu mulai meninggalkan kesal. Yoon Young terus menatap ke arah Mi Sook sambil bicara dalam hati, kalau Mi Sook mencuri novel yang ditulis Soon Ae, maka kejadian di gudang tadi baru permulaan.


Yoon Young lalu menatap Soon Ae. Soon Ae yang salah tingkah karena kejadian di gudang, buru-buru pergi.

Yoon Young : Dia tidak akan bisa tidur nyenyak setelah perbuatannya.


Yoon Young lalu menatap keluar, nyariin Hae Joon.

Yoon Young : Kenapa dia lama sekali? Dia menyuruhku menunggu di sini.


Mi Sook yang hendak keluar kelas, menatap Yoon Young.

Mi Sook : Hati-hati.

Yoon Young : Apa?

Mi Sook : Hati-hati, Yoon Young.

Setelah mengatakan itu, Mi Sook beranjak keluar.


Hae Joon mau pergi saat Chang Sik mendekatinya.

Chang Sik : Kau sungguh mau pergi? Kepala Sekolah menyuruh kita menghadiri pertemuan malam ini apa pun yang terjadi.

Hae Joon : Dia selalu ekstrem dengan banyak hal.


Hae Joon beranjak pergi.

Chang Sik heran, dia baru sebulan di sini. Apa yang dia tahu? Omong-omong, kenapa Kepala Sekolah sangat menyayanginya?

Bersambung ke part 2...

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More