All Content From : KBS2
Sinopsis Lengkap : Run Into You
Sebelumnya : Run Into You Eps 3 Part 2
Selanjutnya : Run Into You Eps 4 Part 1
Sambil membuka pintu kelas 1-3, Hae Joon yang mengira Yoon Young masih menunggunya, meminta maaf. Namun, dia terkejut saat mendapati kelas 1-3 sudah kosong.
Hae Joon : Dia tidak ada di sini?
Yoon Young menyusul Mi Sook. Dia menghentikan langkah Mi Sook dengan memegang lengan Mi Sook. Mi Sook, ada apa?
Yoon Young : Kau tidak sepintar dugaanku. Pemerasan hanya berhasil pada orang yang takut kehilangan sesuatu. Entah bagaimana kau mengikat Soon Ae dengan peringatan payah itu, tapi dengarkan aku baik-baik. Hal-hal pengecut yang kau lakukan dan yang akan kau lakukan mulai sekarang... itu tidak akan berjalan sesuai keinginanmu lagi. Aku akan menghentikan semuanya, apa pun yang terjadi.
Mi Sook pun menyingkirkan tangan Yoon Young dari lengannya. Lantas dia menatap Yoon Young dengan wajah senang.
Mi Sook : Jadi, begitulah kau.
Perselisihan mereka terhenti karena seseorang memanggil Mi Sook.
"Mi Sook-ah."
Mereka menoleh. Ternyata Min Soo.
Hae Joon mencari Yoon Young ke setiap kelas. Namun dia tak menemukan Yoon Young. Saat menuruni tangga, dia mendengar seseorang menyebut-nyebut soal gadis senior baru di kelas satu.
Kembali ke Min Soo, Mi Sook dan Yoon Young.
Min Soo : Sedang apa kau di sana? Ayo. Ibu menyuruh kita pulang lebih awal.
Mi Sook : Aku harus mampir ke suatu tempat. Kakak bisa pergi lebih dahulu.
Mi Sook bergegas pergi.
Yoon Young berusaha mengejar tapi Mi Sook keburu pergi dengan taksi.
Min Soo menatap Yoon Young, kau pikir adikku melarikan diri darimu?
Yoon Young menatap Min Soo.
Yoon Young : Aku tidak bermaksud menguping. Aku hanya kebetulan membuka jendela.
Min Soo lalu mengatakan kalau Yoon Young tak tahu apa-apa soal Mi Sook.
Min Soo : Bukankah normal untuk tahu tentang lawanmu jika kau ingin melawan mereka?
Min Soo lantas mau masuk mobil, tapi kemudian berbalik lagi menatap Yoon Young, lalu tanya Yoon Young mau kemana.
Hee Seob di depan pintu toilet. Dia tengah menunggui Bum Ryong, sembari mendengarkan ocehan Bum Ryong.
Bum Ryong : Aku harus menulis catatan untuk pemindahan itu lain kali. Hei, kupikir kau punya pacar. Hei, kau tidak tahu perasaanmu selalu bisa berubah? Setiap kali melihat gadis cantik, aku ingin dengan berani memberikan surat cinta kepadanya.
Hee Seob tampak malas mendengarnya. Bum Ryong terus mengoceh.
Kamera menyorot sepatu Bum Ryong yang berwarna putih.
Bum Ryong : Sekalian saja aku menggodanya demi hal itu. Demi hal itu? Dia bahkan tidak bisa buang air besar. Seharusnya aku meminta nomor teleponnya.
Tiba-tiba, Hae Joon menerobos masuk dan berdiri di depan pintu bilik toilet yang dimasuki Bum Ryong.
Bum Ryong yang gak tahu ada Hae Joon di depan pintu, terus mengoceh.
Bum Ryong : Astaga, jika bukan karena wali kelasnya. Tunggu. Besok, aku akan menemuinya tanpa sepengetahuan wali kelas. Aku akan membuatnya keren. "Berapa nomor teleponmu?"
Hae Joon : Itu 53-2355.
Bum Ryong : Apa? 53-2355? Tunggu. Aku pernah mendengarnya. Astaga, itu nomor si wali kelas!
Hae Joon : Ya, murid pindahan itu tinggal dengan bapak. Hubungi bapak jika merindukannya. Bapak akan menjawabnya untuknya.
Hae Joon lantas menyuruh keduanya pulang dan beranjak pergi.
Begitu Hae Joon pergi, Bum Ryong membuka pintu sambil memegang tisu dan menatap Hee Seob.
Bum Ryong : Aku harus bagaimana?
Hujan turun dengan deras. Yoon Young menatap keluar jendela. Disampingnya, ada Min Soo yang tengah menyetir.
Min Soo : Syukurlah aku menemukanmu. Kau pasti tidak punya payung. Aku bisa bicara santai denganmu karena kamu sudah SMA, bukan? Usiaku 22 tahun.
Yoon Young : Omong-omong, apa maksud perkataanmu tadi? Bahwa aku sama sekali tidak mengenal Mi Sook.
Min Soo : Kau bilang dia memerasmu. Jika kau merasa dia memerasmu, kemungkinan besar dia tidak melakukannya. Aku yakin itu seperti tes sederhana untukmu.
Yoon Young : Tes?
Min Soo : Kau tahu, bagaimana seseorang menguji apa yang memicumu. Kekurangan apa yang mungkin kau miliki. Atau apa kau punya senjata rahasia yang mungkin berguna baginya. Sampai tahu semuanya, dia tidak pernah menyerang lebih dahulu. Namun, begitu dia tahu, semuanya berakhir.
Yoon Young pun ingat saat tadi dia dan Mi Sook bicara di depan gerbang.
Yoon Young : Pemerasan hanya berhasil pada seseorang yang takut kehilangan sesuatu.
Mi Sook tampak senang melihat Yoon Young, jadi, begitulah kau.
Dia juga ingat ancaman Mi Sook di kelas tadi.
Mi Sook : Hati-hati.
Yoon Young menatap Min Soo.
Yoon Young : Kau bilang dia adikmu, jadi, tidak apa-apa membicarakannya seperti ini padahal aku orang asing?
Min Soo : Kukira kau dalam bahaya. Saat kau menyerang hanya mengincar target, kemungkinan kau akan jatuh ke dalam perangkap.
Yoon Young gak ngerti maksud Min Soo. Namun beberapa saat kemudian, setelah dia mengerti apa maksud Min Soo, Min Soo menghantukkan kepalanya ke dashboard mobil. Yoon Young pun pingsan.
Hujan semakin deras. Yoon Young siuman dari pingsannya dan mendapati dirinya ada di rumah yang tidak dikenalnya. Tak lama, Min Soo datang membawa sebotol miras dan dua cawan.
Min Soo : Kau baik-baik saja? Kau seharusnya berhati-hati.
Mendengar suara Min Soo, Yoon Young langsung bangun. Namun, Yoon Young masih kliyengan. Dahi nya terluka.
Min Soo menuangkan miras ke cawan. Setelah itu, dia menyuruh Yoon Young minum.
Min Soo : Minum ini perlahan agar kau bisa sadar.
Hae Joon pulang. Dia buru-buru masuk ke dalam tapi tak lama, dia keluar lagi. Dia berdiri di teras rumahnya, menatap hujan yang makin deras.
Hae Joon : Sial. Dia membuatku gila.
Yoon Young menatap Min Soo dengan tatapan takut.
Min Soo : Jangan menatapku seperti itu. Ini rumahku. Ini bukan tempat yang berbahaya. Kuakui ini bukan cara terbaik, tapi itu bukan apa-apa. Mari minum bersama dan bersenang-senang.
Yoon Young terus menatap Min Soo.
Min Soo : Ini karena aku menyukaimu. Mengerti?
Yoon Young : Apa Ko Mi Sook tahu kau seperti ini?
Min Soo : Entahlah. Dia mungkin tahu. Dia mungkin pura-pura tidak tahu.
Yoon Young : Itu artinya ini bukan kali pertamamu melakukan ini.
Min Soo : Itu artinya kau akan segera baik-baik saja.
Min Soo melihat dahi Yoon Young yang luka.
Dia pun mendekati Yoon Young. Yoon Young makin takut.
Min Soo : Astaga. Dahimu terluka. Kubilang semua akan baik-baik saja.
Min Soo mau menyentuh dahi Yoon Young namun tangannya ditepis Yoon Young. Min Soo terus berusaha menyentuh Yoon Young.
Tepat saat itu, bel berbunyi. Min Soo terpaksa berdiri. Kesempatan itu digunakan Yoon Young. Dia memukul kepala Min Soo dengan botol miras. Min Soo marah. Dia hendak menampar Yoon Young. Tapi untungnya Hae Joon datang. Hae Joon menerobos masuk setelah melemparkan pot bunga ke dalam.
Melihat Yoon Young disakiti, Hae Joon marah dan memukul Min Soo.
Yoon Young ketakutan.
Beberapa saat kemudian, Hae Joon tersadar dan mendekati Yoon Young.
Hae Joon : Kau baik-baik saja?
Yoon Young mengangguk.
Hae Joon pun menyeret Min Soo ke kamar.
Dia marah dan mencengkram Min Soo.
Hae Joon : Kau memohon agar aku memercayaimu, bukan? Dengar baik-baik. Hidupmu akan menyakitkan mulai sekarang. Aku tidak akan mengalihkan pandanganku darimu sedetik pun. Jika kau harus membayar kejahatanmu, apa pun itu, akan kupastikan kau membayar semuanya. Jadi, sebaiknya kau memperbaiki hidupmu. Tahanan 4013, Ko Min Soo.
Mendengar itu, Min Soo terkejut dan tanya siapa Hae Joon.
Sekarang, Dong Sik membawa Min Soo ke mobil polisi.
Hae Joon memapah Yoon Young keluar dan terus menatap ke arah Min Soo.
Dong Sik menatap Hae Joon sebelum akhirnya beranjak pergi.
Sampai di rumah, Hae Joon mengobati luka di dahi Yoon Young.
Yoon Young tanya bagaimana Hae Joon bisa tahu dia ada di sana.
Hae Joon diam saja. Namun, saat melihat Yoon Young yang terus menatapnya, Hae Joon pun bicara dalam hatinya.
Hae Joon : Karena itu gilirannya.
Hae Joon ingat saat dia menunjukkan daftar tersangka pembunuhan Woojung-ri.
Tersangka pertama, Baek Hee Seob.
Hae Joon : Tersangka pertama dalam pembunuhan yang akan terjadi tiga hari dari sekarang, Baek Hee Seob.
Hae Joon lalu ingat saat melihat Hee Seob dan Yoon Young bicara di atap sekolah.
Kamera menyorot tas Hee Seob yang dipegang Hae Joon.
Di dalamnya, ada kotak korek api Kedai Teh Bong Bong.
Hae Joon : Tersangka kedua, Yoo Bum Ryong.
Hae Joon ingat saat melihat Bum Ryong memberikan kotak korek api Kedai Teh Bong Bong pada Yoon Young.
Hae Joon : Tersangka ketiga, yang dipenjara 30 tahun setelah dihukum, Ko Min Soo. Mereka orang-orang yang kamu temui hari ini.
Hae Joon lantas menunjukkan kotak korek api Kedai Teh Bong Bong pada Yoon Young. Yoon Young menatap kotak korek api itu dan bingung sendiri.
Hae Joon : Siapa kau? Kenapa kau datang ke sini?
Yoon Young makin bingung dengan pertanyaan Hae Joon.
Bersambung.....















































0 komentar:
Posting Komentar